Senin, 31 Januari 2011

" Hasil Audisi Ngawi Indie Compilation 2011"

12 Band yg lolos audisi :


*THE SHAPIRE* *FUNKSEAT *
*GREEN SUMMER* *AUTHEMATIC*
*FRED BALL*
*END OF SHOPOMORE* *ROMANTIC*
*3 EYES*
*PLANKTONE* *FELLOWNY*
*THE MEDICINE*
*SQUAD BOMBER*




Selamat Guys....lanjutkan perjuangan kalian...semangat...!!!!!!!


Jumat, 28 Januari 2011

Link For Musik Indie Indonesia


Semua file yang terlampir link / gambar ini semata-mata hanya
bentuk promosi, bahan evaluasi dan ungkapan saling memberi.
Indie Showbiz tidak tergabung dalam kegiatan maupun mendukung aksi
pembajakan dan hak cipta yang ada tetap milik pihak yang bersangkutan.

PLEASE SUPPORT THE BAND(S) BY PURCHASING THE ORIGINAL CD/CASSETTE!

link: http://www.indieshow.biz/

Kamis, 27 Januari 2011

Ngawi Music Community: NGAWI INDIE COMPILATION 2011

Ngawi Music Community: NGAWI INDIE COMPILATION 2011: "Brit Music Studio & Recording Wanted 10 Band For Album ' NGAWI INDIE COMPILATION 2011' AUDISI Live Studio 30 JANUARY 2011 at BRIT music St..."

NGAWI INDIE COMPILATION 2011



Brit Music Studio & Recording Wanted 10 Band For Album " NGAWI INDIE COMPILATION 2011"
AUDISI Live Studio 30 JANUARY 2011
at BRIT music Studio & Recording,Jl Teuku Umar Barat 2 NGAWI.
10 am-till drop
List Band for Audition :

1. SHAPIRE
2. PLANKTONE
3. Mr KIDZ
4. GREEN SUMMER
5. NEXUS 4
6. THE N.Y.U.R
7. BOMBER
8. E FORBIA
9. PROTEUS
10.FUNKSEAT
11.MAMOX THE BASTARD
12.ELECTRIC ERROR
13.SUN FLOWER UNIVERSITY
14.ANGEL FROM NIGHTMARE
15.SQUAD BOMBER
16.ATHEMATIC
17.FELLOWNY
18.END OF SHOPOMORE
19.ROMANTIC

Let's Play Your Music Guy's......!!!!


KEEP FIGHT....!!!!!

Sabtu, 24 Juli 2010

Prisa Adinda Arini Rianzi




Nama Lengkap Prisa Adinda Arini Rianzi
Nama Prisa
Tempat lahir Jakarta
Tanggal Lahir 1988-01-06
Group Band Sekarang Vendetta
Group Band Terdahulu Zala, Dead Squad
Side Project Morning Star
Discography (brief) Prisa - Prisa (2008)


Style Metal, Shred, Pop, all around
Endorsement Jackson Guitars
Gear Jackson DKMG archtop, Martin, PRS, Jackson RR
Website www.prisarianzi.com
Band Favorit As I Lay Dying
Bermain Musik Sejak SMP (2001)
Kewarganegaraan Indonesia
Profesi Musisi Profesional
Tempat Tinggal Jakarta Selatan
Pengalaman Menarik Guest star Edane, The Titans, additional Sheila On 7


Prisa yang sejak tahun 2001 dikenal sebagai salah satu female rock guitarist ternyata baru berusia 20 tahun.. tepatnya kelahiran 6 Jan 1988 asal Padang (bokap Padang, nyokap Lampung/Palembang).

Salah satu penyebab Prisa mulai tertarik dengan musik pada masa kecilnya adalah karena adanya piano yang nganggur di rumahnya. Waktu itu Prisa baru kelas 3 SD dan usianya juga baru 7 tahun, namun Prisa berusaha untuk memainkannya walaupun kakinya belum bisa mencapai pedal piano tersebut. Kebetulan suatu hari ketika teman kakaknya datang ke rumahnya... Prisa kepergok sedang mencoba memainkan piano tersebut. Tergerak hati teman kakaknya untuk mengajarkan sedikit basic tentang permainan piano, waktu itu yang berusaha diajarkan adalah chord.

Di luar dugaan teman kakaknya tersebut sempat kaget dengan cepatnya daya tangkap Prisa terhadap pelajaran piano yang diberikan. Sejak itu teman kakaknya tanggap jika Prisa memang berbakat musik dan menyarankan orangtua Prisa untuk memberikan les piano kepada Prisa. Pada usia 8 tahun akhirnya Prisa diberikan les privat piano. Ternyata les privat yang diberikan malah bukan piano, namun "electone" (sejenis piano). Les privat electone tersebut berjalan sampai Prisa berusia 10 tahun. Prisa kemudian mengembangkan permainan electonenya ke piano secara otodidak, Prisa mencoba membawakan lagu "Entertainer" & "Fur Elize" (Beethoven) versi dia sendiri.

Sesudah lulus SD Prisa masuk ke Asrama Pelita Harapan (PH), di PH setiap pulang sekolah murid diwajibkan mengambil salah satu les. Kemudian Prisa langsung memilih piano tanpa ragu-ragu. Kebetulan teman sekamarnya mengambil les piano juga. Ternyata permainan piano Prisa jauh lebih berkembang dibanding teman sekamarnya itu, temannya pun sempat gusar dan kemudian pindah ke alat musik gitar akustik. Guru Prisa sempat senang dengan perkembangan Prisa di permainan pianonya. Namun Prisa pun merasa kehilangan teman main musik, ketika dia melihat gitar temannya yang tergeletak di kamar tersebut... Prisa pun menjadi penasaran dengan alat musik gitar tersebut dan kemudian curi-curi main gitar tersebut.

Di suatu hari Prisa kepergok temannya ketika sedang mencoba memainkan gitar tersebut, Prisa kemudian dilarang oleh temannya itu agar tidak pernah lagi menyentuh gitarnya. Akhirnya di detik itu juga Prisa bertekad belajar gitar untuk menyaingi temannya yang galak tersebut. Waktu itu Prisa baru SMP kelas 2, Prisa sangat displin belajar gitar mulai saat itu dan berhenti memainkan piano. Prisa pun kemudian berusaha belajar sendiri melalui buku-buku musik yang tersedia di toko buku, seperti MBS (Music Book Selection). Dari situ Prisa memperlajari bentuk-bentuk chord gitar.

Proses belajar gitar akustik tersebut hanya berlangsung sampai Prisa lulus SMP berhubung sibuknya aktifitas Prisa di SMA 1, tepatnya akhir tahun 2001. Prisa pun langsung melirik gitar elektrik yang menurutnya kelihatan lebih keren. Akhirnya Prisa membeli gitar elektrik pertamanya yaitu Fender Stratocaster mexico hasil patungan dengan orangtuanya untuk mengejar cita-citanya tersebut.

Ketika Prisa beranjak 15 tahun (sekitar tahun 2003), Prisa berusaha membentuk grup bandnya sendiri. Waktu itu Prisa baru kelas 3 SMA dan sempat keluar-masuk di beberapa band.. akhirnya Prisa berhasil membentuk band pertamanya, sebuah band pop cewek bernama: Daijyobu. Di band ini Prisa berperan sebagai gitaris dan vocalis. Tembang yang dibawakan pada saat itu adalah "No Such Thing"nya John Mayer dan beberapa tembang dari "Incubus".

Melihat bakat yang terus mengalir begitu saja, Prisa kemudian membuat sebuah band Rock'n'Roll + Punk Rock bernama "Morning Star". Saat itu band ini khusus membawakan covernya Living End. Ide nama Morning Star itu berasal dari artinya "Lucifer" (di kamus berarti: Bintang Fajar). Band tersebut berpersonil 6 orang, Prisa memainkan gitar akustik dan vokal.

Kesukaan Prisa mendengarkan musik metal ternyata tidak berakhir begitu saja, pada tahun 2004 Prisa membentuk band modern metal bernama Zala yang membawakan tembang-tembang yang hits pada saat itu seperti Killswitch Engage, God Forbid, As I Lay Dying, Avenged Sevenfold, dll. Sejak adanya band inilah Prisa mulai mendapatkan sound distorsi yang diidam-idamkan selama ini, diiringi perkembangan teknik bermain gitar Prisa yang sangat pesat. Bersama band ini juga Prisa sempat menulis beberapa lagu metal karya mereka sendiri. Nama Prisa cukup dikenal di scene underground bersama Zala. Band ini cukup menyita perhatian lantaran isi personelnya cewek semua. Tapi tidak hanya sekedar menjual image saja, skill mereka juga tidak kalah sama band-band cowok. Di tengah kesibukan bersama band Zala, Prisa menyempatkan diri untuk menulis lagu popnya.

Tahun 2006 bisa dibilang sebagai tahun emasnya Prisa dimana karirnya kian sukses. Pada akhir tahun 2005 Prisa untuk pertama kalinya berkenalan dengan Mayzan (pemilik komunitas gitar Gitaris.com) & Andreas Laratsemi (Clinician Audio Interior Musisi.com) di toko Melodia Musik. Untuk pertama kalinya Mayzan bertemu dengan seorang gitaris cewek yang mampu memainkan musik metal dengan sangat tegas dan baik. Prisa kemudian diajak bergabung ke komunitas gitaris online: www.Gitaris.com, di sana Prisa banyak mendapat teman baru dan belajar tentang permainan guitar soloing beserta equipmentnya. Sebelumnya Prisa hanya menguasai teknik ritem gitar. Kedatangan Prisa di komunitas ini juga mendapat sambutan baik dari para member Gitaris.com karena minimnya gitaris cewek di Indonesia. Atas saran Diaz (admin Gitaris.com) Prisa kemudian terpilih sebagai model untuk design website Gitaris.com di masa mendatang, disetujui oleh sebagian besar para member Gitaris.com. Pemotretan pun akhirnya dilakukan pada bulan Februari 2006.

Tidak lama kemudian Prisa memperoleh gitar metal pertamanya yaitu: Fender Telecaster Flathead Custom Shop (Slipknot Signature). Pada bulan Maret 2006, band Zala mendapat kesempatan untuk tampil di acara Java Jazz (JHCC - Senayan). Tidak lama kemudian Prisa juga tampil di harian Kompas 23 April 2006 (mengenai Gitaris.com), disusul talk show di Global TV bersama Mayzan juga mengenai Gitaris.com di bulan July 2006.

Selain menjadi model Gitaris.com, ternyata Prisa juga cepat menjadi teman akrab Mayzan karena persamaan dalam selera musik yaitu musik metal. Persahabatan pun berlangsung dan Prisa sempat menjadi murid Mayzan selama hampir 3 tahun. Prisa banyak memperoleh teknik shred soloing seperti vibrato, arpeggio, alternate & sound guitar dari Mayzan, seperti yang dapat kita saksikan di channel youtube Prisa membawakan beberapa lagu Megadeth, Paul Gilbert & Marty Friedman. Semangat Prisa bermain gitar makin menjadi-jadi sejak saat itu... jam latihan bermain gitar Prisa pun makin meningkat. Mayzan akhirnya menyadari bahwa kemampuan vokal dan song writing Prisa ternyata cukup baik dan berbakat. Saat itu Prisa sempat kehilangan semangat & hampir gantung gitar karena jenuh, namun karena dukungan dari Mayzan.. Prisa akhirnya bangkit lagi dan merekam beberapa demo lagu pop dan metalnya di studio Mayzan.

Tidak lama kemudian Prisa membuat lagu pop pertamanya yang berjudul "Hancurkan Aku" yang rencananya merupakan salah satu lagu di album pop mendatangnya. Pada bulan Juni 2006 Prisa kemudian tergabung dalam band metal baru bernama Dead Squad. Di band ini ia bermain dengan salah satu gitaris dari keluarga Audi: Stevie Item, yang juga digawangi oleh Bonny (ex-Tengkorak, ex-vessel) sebagai bassist dan Andyan (ex-Siksa Kubur) sebagai drummer.

Pada suatu hari secara kebetulan Mayzan berkesempatan berkenalan dengan produser Denny Chasmala karena Mayzan menjual sebuah efek mini Korg Pandora. Berbekalkan penampilan dan begitu banyak bakat musik yang dimiliki Prisa, Mayzan kemudian memperkenalkan permainan gitar Prisa kepada Denny Chasmala. Kemudian Mayzan bersama Andre Harihandoyo juga memperkenalkan Prisa kepada Eet Sjahranie (Edane), Eross (Shiela On 7) & Mudya (redaktur majalah Gitar Plus). Di luar dugaan permainan gitar, kemampuan vokal, song writing dan penampilan Prisa begitu menarik perhatian mereka. Prisa kemudian kebanjiran job, pada bulan Juli Prisa mendapat kehormatan untuk berkolaborasi dengan salah satu maestro gitar Indonesia, Eet Sjahranie dalam penampilan band Edane di acara bergengsi PRJ membawakan tembang "Cry Out" dan "Kaulah Ibliz".

Selain itu ia juga tampil bersama Abdee Slank di sebuah klinik dan dikontrak selama 2 bulan sebagai additional gitaris dan backing vocal untuk 'band sejuta copy', Sheila On 7, yang baru ditinggal salah satu gitarisnya. Selanjutnya Prisa juga sempat tampil di SCTV dan TVRI bersama Shiela On 7 dan kemudian tour selama 1 bulan dari Jawa Timur hingga Malaysia bersama Shiela on 7 (promo tour album 507). Di negara tetangga tersebut Prisa sempat diwawancara oleh beberapa majalah dan stasion televisi terkemuka dan bermain di depan anak raja Malaysia.

Band metal (Zala) yang dibentuk Prisa terpaksa divakumkan karena jadwal manggung yang sudah sangat padat. Prisa akhirnya memutuskan untuk berhenti dari dunia pendidikan akademis dan memilih untuk terjun sebagai musisi profesional.
Sepulang dari Malaysia, project solo album Prisa langsung digarap oleh produser ternama Denny Chasmala yang rencananya akan dirilis melalui label Aquarius. Di tengah kesibukan rekaman tersebut Prisa juga sempat menjadi cover majalah Gitar Plus edisi 07/2006, menjadi cover majalah HAI edisi "Sekarang Giliran Anak Metal" dan tampil di majalah MTV Trax edisi 11/2006 di column GirlDoYouRock.

Pada bulan Sept 2006, Prisa juga menjadi demonstran untuk produk kabel bergengsi: Analysis Plus selama 4 hari berturut-turut bersama Irvan Askobar di Balai Kartini (Pameran Audio Hi-End: CHEX) sebagai penyanyi dan gitaris. Pada akhir tahun 2006 Prisa juga tampil bersama Mayzan membawakan karya Marty Friedman (Elixir) di sebuah acara gathering akbar Gitaris.com di Pondok Indah.

Atas dukungan Mayzan pula pada bulan Juli 2007 Prisa akhirnya diendorse oleh pihak Jackson Guitars. Ia dikontrak untuk menggunakan gitar Jackson DKMG Arch Top. Sebuah gebrakan yang sangat fenomenal mengingat ia adalah gitaris Indonesia pertama yang diendorse oleh Jackson.

Akhir tahun 2007, Prisa memutuskan keluar dari DeadSquad dan membentuk band metal yang seluruh personelnya wanita. Band itu dinamakan Vendetta. Di band ini Prisa juga sudah mulai memainkan gitar 7-string. Hingga awal tahun 2008 Prisa lebih sering terlihat di tv sebagai bintang tamu dalam sejumlah penampilan band-band papan atas tanah air seperti J-Rocks, Samsons, dan The Titans. Tidak lama kemudian album solo pop Prisa dengan album self title "Prisa" juga dirilis Aquarius Records dalam format CD & kaset.

* Data menarik seputar Prisa (2006 Jan) Terpilih sebagai Miss Gitaris.com
* (2006 Mar) Tampil bersama Zala di Java Jazz
* (2006 Apr) Tampil di harian Kompas 23 April 2006 dalam artikel mengenai Gitaris.com
* (2006 Mei) Talk show (Prisa + Mayzan) di GlobalTV dalam liputan mengenai Gitaris.com
* (2006 Jun) Tampil bersama Sheila On 7 di Panggung World Cup sebagai additional vocal
* (2006 Jul) Tampil bersama Edane sebagai guest gitaris di PRJ (membawakan 2 lagu)
* (2006 Jul) Tampil bersama Abdee Slank dalam sebuah klinik
* (2006 Jul) Model cover majalah Gitar Plus
* (2006 Jul - Ags) Additional gitar+vocal Sheila On 7 (Promo tour album 507) hingga ke Malaysia
* (2006 Ags) Model cover majalah HAI edisi "Sekarang Giliran Anak Metal"
* (2006 Sep) Demonstran (bersama Irvan) untuk produk kabel Analysis Plus selama 4 hari di Balai Kartini
* (2006 Nov) Tampil di majalah Trax edisi 11/2006 di column 'GirlDoYouRock'
* (2006 Des) Duet bersama Mayzan di acara gathering Gitaris.com membawakan lagu Elixir dari Marty Friedman
* (2007 Jan) Gitaris.com di O-Chanel menampilkan Prisa
* (2007 Jan) Majalah Audio Pro menampilkan profil & wawancara Prisa
* (2007 Feb) Gitaris.com di Black In News Trans 7 menampilkan Prisa
* (2007 Mar) Koran Tempo menampilkan profil Prisa.
* (2007 Ags) Tampil sebagai guest vocal + gitar J-Rocks untuk single Kau Curi Lagi
* (2007 Okt) Interview di O-Chanel
* (2007 Okt) Bintang tamu di 4 Mata (Trans 7) edisi Gitaris bersama Eet Sjahranie, Tohpati, dan Dewa Budjana
* (2007 Des) Bintang tamu di acara Belum Cukup Gede (Trans 7)
* (2008 Jan) Liputan khusus Prisa di GlobalTV.
* (2008 Feb) Guest star dalam penampilan band Samsons
* (2008 Feb) Artikel khusus Prisa sebanyak 6 halaman di majalah HAI
* (2008 Mar) Guest star dalam tur penampilan The Titans di Palembang
* (2008 Apr) Prisa tampil sebagai presenter untuk acara Inbox (RCTI)

GITAR-GITAR Termahal Di Dunia


Berapa harga gitar termahal yang anda ketahui? Rp. 100 juta? Rp. 200 juta? Sangat jarang sekali harga sebuah gitar mencapai ratusan juta tanpa embel-embel di belakangnya. Biasanya harga satu buah gitar tak lebih dari 8 digit. Tingginya harga sebuah gitar biasanya disebabkan oleh sejumlah faktor seperti dalam event apa gitar itu dijual, dan siapa pemiliknya.

Berikut ini adalah daftar 3 besar gitar termahal di dunia (dirangkum dari berbagai sumber) :

Tempat ke-3 diduduki oleh Gibson ES-335 1964 milik Eric Clapton yang terjual dengan harga USD 847.500 atau setara dengan Rp. 7.881.750.000,- (Rp. 7,8M). Sementara posisi ke-2 ditempati oleh Fender Stratocaster 'Blackie'. Juga salah satu gitar bersejarah dari Eric Clapton. Gitar yang diberi nick name Blackie ini terjual dengan harga USD 959.500. Harga gitar ini setara dengan Rp. 8.635.500.000,- (Rp. 8,6M). Yang menarik, 'Blackie' pada awalnya hanya ditawarkan dengan harga kisaran USD 150.000 sebelum akhirnya membengkak hingga lebih dari 6 kali lipatnya.

Sementara di posisi teratas yang memegang rekor harga gitar termahal didunia dipegang oleh Fender Stratocaster Standar Series yang ditandatangani oleh sejumlah musisi seperti Jimmy Page, Eric Clapton, Mick Jagger, Brian May, Liam Gallagher, Jeff Beck, Pete Townshend, Ray Davies, David Gilmour, Bryan Adams, Tony Iommi, Mark Knopfler, Angus Young, Malcolm Young, Keith Richards, Ronnie Wood, Paul McCartney, Sting, dan Noel Gallagher.

Gitar tersebut terjual dalam sebuah lelang di Doha, Qatar, dalam rangka acara pengumpulan dana bagi korban bencana Tsunami yang sempat memporak-porandakan sejumlah wilayah di Asia dimana Aceh menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak kerusakan terbesar.

Gitar tersebut terjual dengan harga USD 2.800.000. Atau jika dirupiahkan dengan kurs USD 1 = Rp. 9000,- maka harga gitar tersebut adalah Rp. 25.200.000.000,- (Rp. 25,2 M)! Sebuah angka yang sangat fantastis. Selain dapat membantu korban tsunami, uang sebanyak itu juga dapat ditukar dengan sekitar 2500 buah Fender Stratocaster American Standard untuk diberikan kepada sekitar 2.500 anggota Gitaris.com jika harga gitar tersebut per buahnya dihitung @Rp. 10.000.000,-

Dari 3 daftar gitar termahal di dunia tersebut, nama Eric Clapton selalu terlibat didalamnya. Baik sebagai pemilik, maupun sebagai pihak yang membuat harga gitar tersebut menjadi semakin mahal. Mudah-mudahan hal seperti ini dapet ditiru oleh setiap gitaris di belahan dunia manapun.

Efek Untuk Studio Rental

Dari bbrp studio rental yg pernah saya coba kebanyakan menggunakan multiefek entah itu AX1500G, zoom G1, boss GT-3, dll
dg kondisi yg bermacam2 pula.
Saya punya pertanyaan dlm hati kenapa kok yg dipake multiefek? Ada bbrp hal yg sering dijumpai:
-penyewa studio kebanyakan msh pemula & awam tentang multiefek
-ada sebagian penyewa yg sdh membawa efek sendiri
-bbrp multiefek kondisinya udah agak rusak
Menurut saya penggunaan multiefek tsb tdk maksimal. Dg fitur yg lengkap paling2 yg dipake adalah suara clean>distorsi (bagi yg msh awam). Bagi yg udah paham pun dg tersedianya multiefek tdk serta-merta memberikan kemudahan
suatu contoh:
seorang gitaris yg punya AX1500G dan telah paham penggunaannya tdk langsung sreg ketika disodori efek yg sama di suatu studio rental, karena selera setiap org akan sebuah sound berbeda2. Kalaupun gitaris tsb menyetting ulang AX1500G yg ada di studio dg sound yg dia mau pastinya makan waktu yg tdk sedikit.
Ada sebagian studio yg menggunakan stompbox walaupun cm tersedia distorsi, booster, dan delay. Menurut saya settingan spt ini lbh mendidik. Jd penyewa yg msh awam pun bisa belajar ttg bgmn membentuk sebuah sound dr awal.
Memang ada bbrp multiefek yg harganya murah tp kalo fiturnya banyak yg gak kepake & tdk mendidik, agak percuma jdnya. Bgmn pendapat teman2...

KOIL


Tidak banyak band di Tanah Air “segila” Koil. Sejak dibentuk di Bandung, Jawa Barat 1993 dengan formasi awal Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (bas) dan Leon (drum), band ini sudah menabur “teror” lewat tampilan dan lagu-lagu ciptaan mereka yang keras. Musik Koil adalah musik rock dengan sampling-sampling suara. Tidak hanya berasal dari instrument musik, sampling suara yang ditonjolkan Koil dalam lagu-lagu mereka juga berasal dari berbagai benda dan zat yang familiar seperti suara air, suara benturan besi, suara-suara binatang, suara pidato dan lain sebagainya. Di tangan band ini, suara-suara tersebut melebur bak harmoni yang nyaman di kuping.

Sebelum memutuskan bergabung dengan Big Indie Nagaswara awal 2010, Koil dikenal sebagai band indie yang sangat kreatif, termasuk dalam menjual produk musik mereka kepada masyarakat. Di bawah Nagaswara, band yang kini diawaki Otong (vokal), Dony (gitar), Adam (bas), dan Leon (drum), Koil merilis ulang (repackage) album lama mereka berjudul “Blacklight”. Bedanya, dalam album yang didistribusikan oleh Nagaswara ini, Koil member bonus dua lagu baru, yakni “Aku Rindu” dan “Suaramu Merdu” plus remix single “Aku Lupa Aku Luka”. Sebagai hits jagoan, band yang pernah berkolaborasi dengan Ahmad Dhani itu menjagokan single berjudul “Aku Lupa Aku Luka”. Mereka juga mengganti sampul album tersebut dan merilisnya dalam bentuk CD dan kaset.

Lantas apa yang menjadi alasan band ini memilih Nagaswara sebagai label mereka, termasuk menjagokan single “Aku Lupa Aku Luka” dalam album ini? Menurut Otong sang vokalis, keputusan Koil bergabung dengan Nagaswara adalah karena keinginan musik mereka diterima lebih luas. Selama ini, Koil dan sepak terjangnya hanya dikenal oleh para penggemarnya yang fanatik.

“Jadi, keputusan Koil bergabung dengan Nagaswara sudah tepat. Kita ingin dikenal lebih luas. Dengan jaringan distribusi yang luas, kita percaya Nagaswara mampu memperkenalkan Koil kepada masyarakat luas,” tambah Otong.

Sementara keputusan untuk memajukan single lawas “Aku Lupa Aku Luka” sebagai jagoan dalam album ini, tak lebih dari keinginan Koil untuk memuaskan keinginan penggemarnya. Dalam setiap penampilan mereka di panggung, Otong mengungkapkan adanya antusias penonton yang besar terhadap single ini. Padahal, jika dibandingkan dengan lagu-lagu Koil yang lain, single ini terhitung “lembut”.

“Kita coba penuhi keinginan penggemar Koil dengan memajukan single ini. Mudah-mudahan Koil bisa lebih diterima. Namun, sudah menjadi tekad kita dari awal, Koil tetap berada di luar mainstream band Indonesia,” terang Otong.

Guna melengkapi kehadiaran mereka, penggarapan single “Aku Lupa Aku Luka” dipercayakan kepada sutradara Rizal Matovani. Mengambil lokasi gedung tua di kawasan kota, Jakarta Pusat, dengan menggunakan model asal Rusia, konsep video klip ini mencereritakan rentetan penumpasan teroris.

Rabu, 11 November 2009

PERGESERAN BAND INDIE

PERGESERAN BAND INDIE
Seharusnya band Indie merupakan band yang beridealis dengan karakter musikalitas dan menghasilkan sesuatu yang baru berdasarkan eksperimennya tanpa mengikuti trend, sekaligus mereka melakukan aktivitas band secara mandiri, seperti menitipkan demo ke radio, mencari gigs hingga memproduksi album. Apalagi pegenalan dan penjualan karya sudah dapat dilakukan melalui teknologi internet.

Seiring jaman, tidak salah kalau mereka mendapatkan akses yang mudah untuk mendukung aktivitas band indie itu sendiri. Kebutuhan kepada seseorang yang dipercayai untuk mengurusi band, banyaknya telah menjadi kebutuhan band indie (mandiri). Selain itu kertertarikan Indie maupun Major Label pun akan bersikap mengikuti keadaan idealisme band itu sendiri yang dilihat dari karya, budaya dan massa.

Suatu pekerjaan rumah untuk penggemar mereka adalah mengenalkan dan mengenalkan karya mereka. Ini lebih efektif dan mungkin akan menarik industri, baik Indie ataupun Major Label. Perlahan budaya akan berubah untuk menikmati karya-karya dari musisi kritis dengan keidealisan karyanya. Dalam kenyataannya bentukan Label yang dikatakan Major mempertimbangkan pasar yang luas. Hanya saja mereka tidak berani untuk berbuat lebih banyak pada budaya musik yang berkualitas dengan alasan budaya itu sendiri telah menjiwai. Sebaliknya, hal ini adalah Indie Label yang berjasa besar. Sebuah harga yang harus mahal untuk karya musikalitas yang berkualitas, bukan karya yang terlahir karena mengikuti trend, tuntutan budaya atau industri musik/hiburan.

Bagaimanapun hal yang terpenting merupakan karya yang berkualitas dengan keidealisan dan berbeda, terlepas dari kemasan yang akan mereka baluti. Setuju kalau budaya Indonesia itu harus dilestarikan dengan kualitas dunia tentunya juga. Dan bukan mulahan melestarikan budaya luar. Dari artikel ini menyatakan bahwa band indie saat ini, banyaknya hanyalah merupakan musik indie bukan pergerakan dari band yang mengatasnamakan band indie. Jangan terjebak oleh perasaan minoritas.

Semangat berkarya dengan musik yang berkualitas akan jauh lebih bernilai.

Senin, 29 Desember 2008

Cosplay

Cosplay

Cosplay (Kosupure?) adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata "costume" (kostum) dan "play" (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, manhwa, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan kartun Nickelodeon. Pelaku cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai layer.

Di Jepang, peserta cosplay bisa dijumpai dalam acara yang diadakan perkumpulan sesama penggemar (dōjin circle), seperti Comic Market, atau menghadiri konser dari grup musik yang bergenre visual kei. Penggemar cosplay termasuk cosplayer maupun bukan cosplayer sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia.

Sejarah

Sejak paruh kedua tahun 1960-an, penggemar cerita dan film fiksi ilmiah di Amerika Serikat sering mengadakan konvensi fiksi ilmiah. Peserta konvensi mengenakan kostum seperti yang yang dikenakan tokoh-tokoh film fiksi ilmiah seperti Star Trek. Budaya Amerika Serikat sejak dulu mengenal bentuk-bentuk pesta topeng (masquerade) seperti dalam perayaan Haloween dan Paskah.

Tradisi penyelenggaraan konvensi fiksi ilmiah sampai ke Jepang pada dekade 1970-an dalam bentuk acara peragaan kostum (costume show).[2] Di Jepang, peragaan "cosplay" pertama kali dilangsungkan tahun 1978 di Ashinoko, Prefektur Kanagawa dalam bentuk pesta topeng konvensi fiksi ilmiah Nihon SF Taikai ke-17. Kritikus fiksi ilmiah Mari Kotani menghadiri konvensi dengan mengenakan kostum seperti tokoh dalam gambar sampul cerita A Fighting Man of Mars karya Edgar Rice Burroughs. Tidak hanya Mari Kotani menghadiri Nihon SF Taikai sambil ber-cosplay. Direktur perusahaan animasi Gainax, Yasuhiro Takeda memakai kostum tokoh Star Wars.

Pada waktu itu, peserta konvensi menyangka Mari Kotani mengenakan kostum tokoh manga Triton of the Sea karya Osamu Tezuka. Kotani sendiri tidak berusaha keras membantahnya, sehingga media massa sering menulis kostum Triton of the Sea sebagai kostum cosplay pertama yang dikenakan di Jepang. Selanjutnya, kontes cosplay dijadikan acara tetap sejak Nihon SF Taikai ke-19 tahun 1980. Peserta mengenakan kostum Superman, Atom Boy, serta tokoh dalam Toki o Kakeru Shōjo dan film Virus. Selain di Comic Market, acara cosplay menjadi semakin sering diadakan dalam acara pameran dōjinshi dan pertemuan penggemar fiksi ilmiah di Jepang.

Majalah anime di Jepang sedikit demi sedikit mulai memuat berita tentang acara cosplay di pameran dan penjualan terbitan dōjinshi. Liputan besar-besaran pertama kali dilakukan majalah Fanroad edisi perdana bulan Agustus 1980. Edisi tersebut memuat berita khusus tentang munculnya kelompok anak muda yang disebut "Tominoko-zoku" ber-cosplay di kawasan Harajuku dengan mengenakan kostum baju bergerak Gundam. Kelompok "Tominoko-zoku" dikabarkan muncul sebagai tandingan bagi Takenoko-zoku (kelompok anak muda berpakaian aneh yang waktu itu meramaikan kawasan Harajuku). Istilah "Tominoko-zoku" diambil dari nama sutradara film animasi Gundam, Yoshiyuki Tomino, dan sekaligus merupakan parodi dari istilah Takenoko-zoku. Foto peserta cosplay yang menari-nari sambil mengenakan kostum robot Gundam juga ikut dimuat. Walaupun sebenarnya artikel tentang Tominoko-zoku hanya dimaksudkan untuk mencari sensasi, artikel tersebut berhasil menjadikan "cosplay" sebagai istilah umum di kalangan penggemar anime.

Sebelum istilah cosplay digunakan oleh media massa elektronik, asisten penyiar Minky Yasu sudah sering melakukan cosplay. Kostum tokoh Minky Momo sering dikenakan Minky Yasu dalam acara temu darat mami no RADI-karu communication yang disiarkan antara lain oleh Radio Tōkai sejak tahun 1984. Selanjutnya, acara radio yang sama mulai mengadakan kontes cosplay. Dari tahun 1989 hingga 1995, di tv asahi ditayangkan ranking kostum cosplay yang sedang populer dalam acara Hanakin Data Land.

Sekitar tahun 1985, hobi cosplay semakin meluas di Jepang karena cosplay telah menjadi sesuatu hal yang mudah dilakukan. Pada waktu itu kebetulan tokoh Kapten Tsubasa sedang populer, dan hanya dengan kaus T-shirt pemain bola Kapten Tsubasa, orang sudah bisa "ber-cosplay". Kegiatan cosplay dikabarkan mulai menjadi kegiatan berkelompok sejak tahun 1986. Sejak itu pula mulai bermunculan fotografer amatir (disebut kamera-kozō) yang senang memotret kegiatan cosplay

Cosplay di Indonesia Dan Sejarahnya


Cosplay di Indonesia

Cosplayer adalah orang yang mengenakan pakaian/kostum/cosplay. Kebanyakan costume yang digunakan dari Jepang. Di Indonesia sangat jarang ditemukan Cosplayer yang mengenakan pakaian dari komik luar asia, beberapa menggunakan tipe eropa tetapi dikarenakan di ambil dari manga/manwa bukan dari komik luar asia.


Pembagian cosplay

Secara umum cosplay dinilai sama. Tetapi tak langsung dalam beberapa event yang terjadi di Indonesia sering dilakukan pembagian/kategori cosplay.

Cosplay anime/manga. Cosplay yang berasal dari anime maupun manga. Biasanya manhwa termasuk didalamnya termasuk comic dari amerika.
Cosplay Game. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter di Game.
Cosplay Tokusatsu. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter di film tokusatsu.
Cosplay Gothic. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter bernuansa gelap atau Gothic. Biasanya digabung dengan Lolita.
Cosplay Original. Cosplay yang benar-benar original tidak ada di anime, tokusatsu dan lainnya. Atau memiliki dasar yang sama seperti tokoh game Kingdom heart misalnya: Sora (Kingdom Heart) tetapi berbentuk metalic (modern)
Harajuku Style. Beberapa cosplayer sering menduga Harajuku style adalah bagian dari cosplay. Beberapa Harajuku style muncul di manga/anime seperti Nana.
Kartun Nickelodeon, Biasanya yang bermain cosplay yang berasal dari kartun Nickelodeon adalah anak kecil usia taman kanak-kanak

SEJARAH COSPLAY INDONESIA

Pada awalnya cosplay tidak begitu banyak di kenal di Indonesia. Pada awal 2000-an, beberapa event seperti Gelar Jepang UI mengadakan Event Cosplay. Tetapi saat itu belum ada yang berminat, cosplay pertama saat itu hanyalah EO dari acara Gelar Jepang tersebut.

Beranjak dari Event Jepang, beberapa pemuda-pemudi (kebanyakan pemudi) di Bandung memperkenalkan gaya Harajuku dan hadirnya cosplayer pertama yang bukan merupakan EO saat itu. Berlanjut hingga sekarang, hampir tiap bulannya selalu ada event cosplay di Jakarta.

Beberapa grup Cosplay di indonesia seperti Infiniteam, The Endless Illution, Cosparty, AAC, MaCherie, Machipot, dan lainnya. Semakin lama semakin bertambah peminat cosplay di Indonesia.

Beberapa event yang sering hadir adalah:
Gelar Jepang. Biasanya ada di Universitas. Umumnya di UI
Bunkasai. Biasanya ada di Universitas.
Hellofest.
Animonster event. Beberapa event yang disponsori oleh animonster termasuk event cosplay di dalamnya.
Extravaganza, Cosplayer berdialog kocak, cosplay kartun Nickelodeon dan anime Jepang dijadikan satu dalam Extravaganza di bagian cerita yang berjudul "Sasuke", Putri Salju muncul dibagian selanjutnya.

Kamis, 25 Desember 2008

st12 Live Concert In Ngawi


ST12 adalah grup musik beraliran musik Melayu. ST12 didirikan di Bandung oleh Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokal), dan Iman Rush (gitar).
Jum'at,26 Desember 2008 ini rencana mereka akan performance di kota Ngawi.Acaranya sendiri akan dimulai pkl 19.00 WIB dengan HTM.10.000,- di Stadion Ketonggo Ngawi.Live Concert tersebut juga akan menampilkan 3 Band INDIE Local Ngawi sebagai Opening Act sebelum st12 performance.Ke-3 band tersebut yaitu: ELECTRIC ERROR,HUMAN ERROR,CLARISSA.
Rencana mereka akan membawakan 3-4 lagu baik lagu mereka sendiri maupun lagu band laen.
Good Luck buat ELECTRIC ERROR,HUMAN ERROR maupun CLARISSA yang sudah dipercaya mendampingi st12 Live Concert.Semoga kalian bisa mengharumkan nama kota Ngawi tercinta ini.
Amien..............

Rabu, 24 Desember 2008

Biography J-Rocks


J-Rocks adalah band yang berdiri pada tahun 2003 dengan personil Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum). Aliran band mereka adalah Japanese pop/rock. Album perdana mereka, Topeng Sahabat dirilis pada tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Into the Silent" dan "Serba Salah". Saat ini mereka dinaungi oleh label Aquarius Musikindo. Pencinta J-Rocks biasa disebut J-Rockstars.

Banyak fans fanatik band Jepang L'Arc~en~Ciel di Indonesia yang menuding bahwa dalam membuat lagunya, J-rocks meniru lagu-lagu L'Arc~en~Ciel. Sangat wajar bila beberapa lagu J-rocks mirip dengan lagu-lagu Laruku karena J-rocks memang terinspirasi oleh band yang satu ini. Dan juga J-Rocks terinspirasi oleh Muse.

Pada album keduanya, Spirit, J-Rocks memasukkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock 'n Roll (Juwita Hati), Waltz/ Victorian (Tersesal), Blues, Classic, dan masih banyak lagi. Di album kedua ini, J-Rocks juga menampilkan Prisa.

J-Rocks
Nama J-rocks sempat menjadi kontroversi di kalangan pecinta musik jepang di indonesia. Nama ini seakan mewakili genre Japanese Rock. Inspirasi nama J-ROCKSTARS adalah dari sebuah stiker bertuliskan ROCKSTAR, dengan harapan suatu saat akan menjadi Rockstar. Dan ditambahkan huruf J di depannya untuk mewakili band itu sendiri dengan alasan J bisa berarti Jepang karena awalnya mereka memainkan J-Music, Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, Jujur dalam bermusik dalam artian memainkan apa yang bener-bener mereka suka dan ingin memainkan musik yang ber-soul (jiwa). Dan akhirnya karena permasalahan pengucapan akhirnya nama J-ROCKSTARS disingkat menjadi J-ROCKS. Nama J-ROCKSTARS sendiri akhirnya menjadi nama fans J-ROCKS.

Awal 2004 JRS (singkatan dari J-ROCKSTARS) mengikuti festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV dan Aquarius Musikindo. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Dan akhirnya pertengahan 2005 mereka berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius.

Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua. Pada lagu berjudul 'Kau curi lagi' mereka memperkenalkan gitaris wanita, Prisa. Dan pada lagu 'Juwita Hati' mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Selvin,Sato,Boppy pada video klip ini berakting sebagai fans J-Rocks yang mengejar idolanya sampai ke negeri Sakura. Konsep yang menarik membuat video klip ini populer di Indonesia.

PROFIL KOTA NGAWI

Kabupaten Ngawi terletak di wilayah barat Propinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Ngawi adalah 1.298,58 km2, di mana sekitar 40 persen atau sekitar 506,6 km2 berupa lahan sawah. Secara administrasi wilayah ini terbagi ke dalam 17 kecamatan dan 217 desa, dimana 4 dari 217 desa tersebut adalah kelurahan. Pada tahun 2004 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) wilayah Kabupaten Ngawi terbagi ke dalam 19 kecamatan, namun karena prasaranan administrasi di kedua kecamatan baru belum terbentuk maka dalam publikasi ini masih menggunakan Perda yang lama. Secara geografis Kabupaten Ngawi terletak pada posisi 7o21’-7o31’ Lintang Selatan dan 110o10’-111o40’ Bujur Timur. Topografi wilayah ini adalah berupa dataran tinggi dan tanah datar. Tercatat 4 kecamatan terletak pada dataran tinggi yaitu Sine, Ngrambe, Jogorogo dan Kendal yang terletak di kaki Gunung Lawu. Batas wilayah Kabupaten Ngawi adalah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara: Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora (Propinsi Jawa Tengah) dan Kabupaten Bojonegoro.
  • Sebelah Timur: Kabupaten Madiun.
    Sebelah Selatan: Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan.
  • Sebelah Barat: Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen (Propinsi Jawa Tengah).

Selasa, 23 Desember 2008

HOSHI


Hoshi adalah band yang baru berdiri pada bulan agustus 2007, Band ini Terdiri dari Vifi (Vocal), Reza “Alev” Vahlevi (drum), Achmad “Triembil” Triono (Guitar) dan Ardi “Ambon” (Bass). Hoshi berada dalam Jalur Free Pop Alternatif yang artinya lagu-lagu hoshi beraliran pop alternatif tapi juga banyak dimasuki unsur aliran lain sesuai dengan Aliran dari personilnya yang berbeda-beda. Awal mula band ini berdiri diawali dengan kebiasaan ngeband dua personil hoshi Reza dan Triembil yang merupakan warga pendatang di Ngawi untuk mengisi kejenuhan setelah berpisah dengan band2 lamanya di daerah masing masing dengan mengajak Khojim untuk mengisi bass. Dari kebiasaan itu muncul keinginan untuk kembali eksis di dunia musik dengan mengajak Vifi (Vocal) sampai akhirnya ikut tergabung dalam 10 Finalis Ngawi Indie #1. dalam perjalanannya hoshi mengalami pergantian personil dengan masuknya Ardi “Ambon” pada bass. Selama perjalananya hoshi yang berarti “Bintang” (dalam Bahasa Jepang) ini telah menghasilkan 13 karya lagu yang mungkin pada tahun ini akan selesai proses penggarapanya. Hoshi sebagai pendatang baru berharap agar hadirnya band ini serta Karya mereka diterima oleh komunitas band dan para pecinta musik di Ngawi. Peace for all.....................................

FELLOWNY


FELLOWNY BAND “Becoming Fellow Everywhere” Yihaa..satu lagi band SMADA Ngawi yang mulai menapak karir. Ini dia...Fellowny!! Berawal dari teman sekelas, teman se-genk, dan teman nge-jam, akhirnya Aditya, Prasekky, dan Reza sepakat membentuk sebuah band. Tepatnya tanggal 8 Maret 2007, mereka mengajak Aris dan Albertus untuk bergabung bersama mereka dan terbentuklah sebuah band bernama Fellowny. “Fellow artinya kawan, jadi di manapun kita akan selalu berkawan atau bersahabat!”, kata Reza, pencetus ide nama band ini. Band ini lalu mendapat kesempatan manggung pertama kali di Acara Wisuda ke-41 SMADA di Eko Kapti. Setelah itu, tawaran manggung mulai bertambah, di antaranya saat Bakti Sosial SMADA 2007 di Ngrayudan. Setelah sempat utak-atik personil, Fellowny sekarang terdiri dari 7 manusia penghuni SMADA yaitu Kiky (XD) dan Aditya (XI IPS 1) pada vokal, Guruh (XD) dan Aris (XI IPA 2) pada gitar, Prasekky (XI IPA 1) yang memainkan bass, Reza (XI IPA 2) Sang Drummer, serta Medisca (XI IPA 1) Sang Keyboardist. Setelah formasi baru itu, Fellowny sukses menyabet juara ke-2 Parade Band Pelajar Se-Kab Ngawi th 2008 pada 13 Februari 2008 yang lalu. Tak hanya itu, Fellowny dengan hit single “Berbahagialah Cinta” juga baru saja menyelesaikan rekaman di album kompilasinya bersama band-band lain yang lolos seleksi di “First Indie Compilation”. Beraliran musik pop alternatif, mereka berharap lagunya easy listening dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Wah..kita tunggu saja ya launching albumnya!! Ditanya tentang kesan dan pesan, Saiful (XI IPA 2), manager Fellowny sekaligus teman mereka, menjawab, “Saya bangga dengan anak-anak Fellowny. Baru dua kali ikut parade, dua kali juga mendapat juara. Hehe.. Yang penting jangan malas latihan ya!!” Oke deh Boz!!

WYAND RAY


Dirintis Punjung (gitar) dan Yayan (bass), mereka mulai mencari beberapa personil tambahan untuk melengkapi bandnya. Pada suatu acara di Eko Kapti mereka bertemu Wiedha (Drum), bertiga ngobrol seputar musik dan nggak tau kenapa koq nyambung aja ama Wiedha. Mereka mulai jam session di studio, lama kelamaan koq enak dan klop. Mereka bertiga merasa udah cocok dan pada 28 Februari 2006 mereka sepakat mendirikan sebuah band dengan nama Wyand Ray. Panggung-panggung parade, acara-acara sekolah pernah mereka jajaki. Sempat beberapa kali gonta-ganti personil, Wyand Ray pernah manggung cuma tiga personil aja. Dowik (Keyboard), mulai dilirik mereka untuk menambah rasa pada musik mereka. Kemudian mereka merekrut Seto (vokal) untuk memperkuat musik Wayand Ray. Nah dengan formasi sekarang Punjung (gitar), Yayan (bass), Wiedha (Drum), Dowik (Keyboard), Seto (vokal) ini sering kali mendapat juara. Ini lho beberapa prestasi yang udah mereka catat; The Best Black, 10 Finalis Indie #1 Diva Prod, Juara 1 Parade Kemerdekaan, Juara 3 Parade Rap di Kabupaten, 10 Finalis Ngawi #1 Indie Parade Compilation 2007/2008, 5 besar Finalis Ini Cafe Madiun, serta sebagai band bintang tamu dibeberapa acara-acara.

FUNK_SEAT


Berawal dari bertemunya sang gutaris dan bassis pada awl taon 2007, dengan tujun yg sama lalu mereka membentuk band yg bernama FUNK_SEAT. band satu ini mengusung genre musik yg mereka sebut dengan ALETRO(alternative electric rock). alasan FUNK_SEAT terbentuk karena mereka ingin berbeda dari kebanyakan band-band rock di ngawi khususnya yang sebagian besar vokalisnya didominasi oleh cowok,maka dari itu mereka mengusung formasi Mita Funk-seat(vokal),ndaru Funk-seat(gitar),arga Funk-seat(bass),David Funk-seat(keyboard), Puguh Funk-seat(drum). Prestasi yg pernah mereka raih adalah
"juara 3 festifal musik religi 2007"
"finalis 10 besar NGAWI #1
indie parade compilation"dll. Satu kata dari mereka respect to band-band Ngawi...GOING TO ROCK......

KOMA


Seiring virus emo mewabah disebagian besar anak-anak kota ngawi,
pada awal 2006 koma lahir, tepatnya 8 April 2006.
berangkat dari bakat dan hobi yang sama terbentuklah koma.
musik mereka meng-influence musik soul, harp, heart END hates
diramu menjadi sebuah genre musik yang mereka sebut SCREAMO
yang berarti sebuah ungkapan isi hati yang berantakan
makna dari koma sendiri adalah sebuah pencarian jati diri
dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan pertanyaan dan misteri.

m2mx (vocal), lilik (vokal), fendi (guitar 1), bayu (guitar 2)
koplax (bass), rizky (drum) juga mempunyai segudang prestasi
seperti Juara 1 INDIE FESTIVAL WARMING UP MOJOKERTO,
Finalis 10 Besar LA INDIEFEST WARMING UP Se-JATIM,
5 Besar SRAGEN FESTIVAL Hari Pahlawan Nasional,
Finalis 10 Besar NGAWI#1 INDIE PARADE COMPILATION 2007.

TWISTER


Seperti angin topan berhembus kencang menembus segala penjuru tempat dan tak akan musnah, mungkin begitu pula arti dari nama TWISTER band asal kota Ngawi yang sudah cukup lama exist di kota Ngawi ini,yang bercita cita ingin menjadi yang terbaik dengan semangat seperti Angin topan yang sangat dahsyat,juga dengan harapan musik mereka bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat.
TWISTER sendiri terbentuk tepatnya pada 11 maret 2003.
Setelah sempat gonta ganti personel,sekarang TWISTER telah mempunyai anggota tetap.
dengan formasi Didin (Vokal), Andyc (Gitar), Ardy (Gitar), Agus (Bass), Kennata (Drum) mereka berangkat dari berbagai bakat serta selera musik yang berbeda. Dengan bermodalkan sebuah mini album,TWISTER mempunyai visi untuk tetap eksis dan terus berkarya sampai karya mereka dapat menembus pasar nasional di blantika musik indonesia.

contact person / info :

TWISTER management / Didin - 08563663361.