*FRED BALL*
*END OF SHOPOMORE* *ROMANTIC*
*3 EYES*
*PLANKTONE* *FELLOWNY*
*THE MEDICINE*
*SQUAD BOMBER*
Selamat Guys....lanjutkan perjuangan kalian...semangat...!!!!!!!




Berikut ini adalah daftar 3 besar gitar termahal di dunia (dirangkum dari berbagai sumber) :
Tempat ke-3 diduduki oleh Gibson ES-335 1964 milik Eric Clapton yang terjual dengan harga USD 847.500 atau setara dengan Rp. 7.881.750.000,- (Rp. 7,8M). Sementara posisi ke-2 ditempati oleh Fender Stratocaster 'Blackie'. Juga salah satu gitar bersejarah dari Eric Clapton. Gitar yang diberi nick name Blackie ini terjual dengan harga USD 959.500. Harga gitar ini setara dengan Rp. 8.635.500.000,- (Rp. 8,6M). Yang menarik, 'Blackie' pada awalnya hanya ditawarkan dengan harga kisaran USD 150.000 sebelum akhirnya membengkak hingga lebih dari 6 kali lipatnya.
Sementara di posisi teratas yang memegang rekor harga gitar termahal didunia dipegang oleh Fender Stratocaster Standar Series yang ditandatangani oleh sejumlah musisi seperti Jimmy Page, Eric Clapton, Mick Jagger, Brian May, Liam Gallagher, Jeff Beck, Pete Townshend, Ray Davies, David Gilmour, Bryan Adams, Tony Iommi, Mark Knopfler, Angus Young, Malcolm Young, Keith Richards, Ronnie Wood, Paul McCartney, Sting, dan Noel Gallagher.
Gitar tersebut terjual dalam sebuah lelang di Doha, Qatar, dalam rangka acara pengumpulan dana bagi korban bencana Tsunami yang sempat memporak-porandakan sejumlah wilayah di Asia dimana Aceh menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak kerusakan terbesar.
Gitar tersebut terjual dengan harga USD 2.800.000. Atau jika dirupiahkan dengan kurs USD 1 = Rp. 9000,- maka harga gitar tersebut adalah Rp. 25.200.000.000,- (Rp. 25,2 M)! Sebuah angka yang sangat fantastis. Selain dapat membantu korban tsunami, uang sebanyak itu juga dapat ditukar dengan sekitar 2500 buah Fender Stratocaster American Standard untuk diberikan kepada sekitar 2.500 anggota Gitaris.com jika harga gitar tersebut per buahnya dihitung @Rp. 10.000.000,-
Dari 3 daftar gitar termahal di dunia tersebut, nama Eric Clapton selalu terlibat didalamnya. Baik sebagai pemilik, maupun sebagai pihak yang membuat harga gitar tersebut menjadi semakin mahal. Mudah-mudahan hal seperti ini dapet ditiru oleh setiap gitaris di belahan dunia manapun.
Tidak banyak band di Tanah Air “segila” Koil. Sejak dibentuk di Bandung, Jawa Barat 1993 dengan formasi awal Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (bas) dan Leon (drum), band ini sudah menabur “teror” lewat tampilan dan lagu-lagu ciptaan mereka yang keras. Musik Koil adalah musik rock dengan sampling-sampling suara. Tidak hanya berasal dari instrument musik, sampling suara yang ditonjolkan Koil dalam lagu-lagu mereka juga berasal dari berbagai benda dan zat yang familiar seperti suara air, suara benturan besi, suara-suara binatang, suara pidato dan lain sebagainya. Di tangan band ini, suara-suara tersebut melebur bak harmoni yang nyaman di kuping.
Sebelum memutuskan bergabung dengan Big Indie Nagaswara awal 2010, Koil dikenal sebagai band indie yang sangat kreatif, termasuk dalam menjual produk musik mereka kepada masyarakat. Di bawah Nagaswara, band yang kini diawaki Otong (vokal), Dony (gitar), Adam (bas), dan Leon (drum), Koil merilis ulang (repackage) album lama mereka berjudul “Blacklight”. Bedanya, dalam album yang didistribusikan oleh Nagaswara ini, Koil member bonus dua lagu baru, yakni “Aku Rindu” dan “Suaramu Merdu” plus remix single “Aku Lupa Aku Luka”. Sebagai hits jagoan, band yang pernah berkolaborasi dengan Ahmad Dhani itu menjagokan single berjudul “Aku Lupa Aku Luka”. Mereka juga mengganti sampul album tersebut dan merilisnya dalam bentuk CD dan kaset.
Lantas apa yang menjadi alasan band ini memilih Nagaswara sebagai label mereka, termasuk menjagokan single “Aku Lupa Aku Luka” dalam album ini? Menurut Otong sang vokalis, keputusan Koil bergabung dengan Nagaswara adalah karena keinginan musik mereka diterima lebih luas. Selama ini, Koil dan sepak terjangnya hanya dikenal oleh para penggemarnya yang fanatik.
“Jadi, keputusan Koil bergabung dengan Nagaswara sudah tepat. Kita ingin dikenal lebih luas. Dengan jaringan distribusi yang luas, kita percaya Nagaswara mampu memperkenalkan Koil kepada masyarakat luas,” tambah Otong.
Sementara keputusan untuk memajukan single lawas “Aku Lupa Aku Luka” sebagai jagoan dalam album ini, tak lebih dari keinginan Koil untuk memuaskan keinginan penggemarnya. Dalam setiap penampilan mereka di panggung, Otong mengungkapkan adanya antusias penonton yang besar terhadap single ini. Padahal, jika dibandingkan dengan lagu-lagu Koil yang lain, single ini terhitung “lembut”.
“Kita coba penuhi keinginan penggemar Koil dengan memajukan single ini. Mudah-mudahan Koil bisa lebih diterima. Namun, sudah menjadi tekad kita dari awal, Koil tetap berada di luar mainstream band Indonesia,” terang Otong.
Guna melengkapi kehadiaran mereka, penggarapan single “Aku Lupa Aku Luka” dipercayakan kepada sutradara Rizal Matovani. Mengambil lokasi gedung tua di kawasan kota, Jakarta Pusat, dengan menggunakan model asal Rusia, konsep video klip ini mencereritakan rentetan penumpasan teroris.




ST12 adalah grup musik beraliran musik Melayu. ST12 didirikan di Bandung oleh Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokal), dan Iman Rush (gitar).
J-Rocks adalah band yang berdiri pada tahun 2003 dengan personil Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum). Aliran band mereka adalah Japanese pop/rock. Album perdana mereka, Topeng Sahabat dirilis pada tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Into the Silent" dan "Serba Salah". Saat ini mereka dinaungi oleh label Aquarius Musikindo. Pencinta J-Rocks biasa disebut J-Rockstars.Kabupaten Ngawi terletak di wilayah barat Propinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Ngawi adalah 1.298,58 km2, di mana sekitar 40 persen atau sekitar 506,6 km2 berupa lahan sawah. Secara administrasi wilayah ini terbagi ke dalam 17 kecamatan dan 217 desa, dimana 4 dari 217 desa tersebut adalah kelurahan. Pada tahun 2004 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) wilayah Kabupaten Ngawi terbagi ke dalam 19 kecamatan, namun karena prasaranan administrasi di kedua kecamatan baru belum terbentuk maka dalam publikasi ini masih menggunakan Perda yang lama. Secara geografis Kabupaten Ngawi terletak pada posisi 7o21’-7o31’ Lintang Selatan dan 110o10’-111o40’ Bujur Timur. Topografi wilayah ini adalah berupa dataran tinggi dan tanah datar. Tercatat 4 kecamatan terletak pada dataran tinggi yaitu Sine, Ngrambe, Jogorogo dan Kendal yang terletak di kaki Gunung Lawu. Batas wilayah Kabupaten Ngawi adalah sebagai berikut:




